Selasa, 19 Agustus 2014

Agar kegiatan outbound training optimal

Beberapa hal yang harus dilakukan agar kegiatan outbound training  yang dilaksanakan dapat menghasilkan hasil yang optimal. Diantaranya adalah..
Interview. Ini perlu dilakukan untuk mendapatkan gambaran profil dari peserta outbound. Jangan sampai nantinya permainan super keras diterapkan kepada orang yang punya penyakit tertentu misalnya. Wah.. bisa repot nantinya. Selain itu juga agar instruktur tidak terkaget-kaget di lapangan manakala karakter asli dari peserta muncul, sedangkan karakter itu belum tentu disenangi oleh sang instruktur misalnya. Jadi udah ada semacam defend dulu agar gak terkaget-kaget (termasuk solusi bagaimana menanganinya).
Variasi permainan. Ini juga penting dan mesti disesuaikan dengan kondisi dan budget. (Bukan berarti simulasi kerjasama ini tidak bisa dimainkan di dalam ruangan loh). Semakin pandai seorang instruktur merancang suatu permainan, yang dapat mensimulasikan kerjasama antar anggota tim, semakin besar kemungkinan keberhasilan dari kegiatan outbound training tersebut.
Keseriusan dan kesiapan peserta. Bila segala-galanya sudah bagus namun pesertanya tidak serius atau tidak siap, yang ada bisa2 hanya akan buang2 waktu dan tenaga saja. Jadi apa gunanya kegiatan outbound training dilaksanakan.
Komunikasi. Saat kegiatan outbound training berlangsung, harapannya karakter yang biasa digunakan para peserta selama di tempat kerja, karakter itulah yang digunakan. Nantinya bisa jadi akan timbul konflik dan bisa jadi masalah dalam komunikasi. Nah.. ini akan menarik bila masih bisa dilakukan kompromi dari hasil komunikasi yang berlangsung.
Btw, bila dari hasil kompromi yang terjadi tidak mendapatkan hasil yang benar2 produktif, maka bisa jadi ada (satu atau lebih) karakter yang boleh dibilang kurang cocok untuk ditempatkan dalam tim. Untuk itulah perlu dilakukan perubahan karakter. Misal, yang tadinya pemarah harus dikurangi marah nya. Yang pendiam harus diajak atau diberi peluang untuk bisa mengungkapkan apa yang dianggapnya baik untuk tim. Dan bila terjadi perubahan berupa peningkatan produktifitas tim tersebut dari yang semula tidak produktif atau kurang produktif, maka karakter baru itulah yang ”stelan”-nya perlu digunakan dalam lingkungan kerja sehari-hari. Karena ”mapping” na boleh dikatakan udah ”pas”. Namun bila dianggap ada pemarah dan ada pendiam tapi tetap dianggap produktif. Malah justru sarannya adalah.. peliharalah sifat marah dari pemarah dan sifat pendiam dari si pendiam karena “mapping” nya udah pas. Aneh kan? Tapi ajaib, begitulah sarannya.
Gimana bila ternyata tidak berhasil pula dilakukan kompromi dari usaha untuk merubah karakter yang ada di dalam tim (yang mengakibatkan kurangnya produktifitas dalam tim)? Personil yang memiliki karakter yang kurang cocok dalam tim tersebut lantaran tidak ditemukannya ”mapping” yang pas, mungkin bisa ditempatkan di tim yang lain yang lebih cocok untuknya (selain kemudian bisa di-training pelan-pelan agar karakternya bisa berubah ke arah yang diharapkan. Btw perusahaan sekelas General Electric melakukan hal itu kepada para karyawannya). Tapi terlepas dari suka atau tidak suka dari keputusan yang diambil, harapannya ke depan akan memberi keseimbangan dalam tim di kemudian harinya. Mungkin gak ada yang salah dan gak ada yang bener dari hasil keputusan tersebut. Seperti tidak ada yang salah tatkala ada istri cerewet dengan suami pendiam. Intinya bagaimana menemukan ”mapping” yang pas untuk tim. Cara yang berat dan mahal memang. Namun di luar negeri ini dianggap efektif ketimbang sekedar melakukan assessment. Assessment memang cara yang murah menurut saya. Namun boleh dibilang tidak.. atau setidak-tidaknya.. kurang adil. Coba pikir baik2. Istri cerewet dan suami pendiam tapi produktif. Istri oke dan suami oke namun gak produktif. Apa yang salah dari sebuah assessment? Namun assessment ini boleh dibilang masih bisa dipake, bahkan sangat terpakai  daripada.. ribet!

METODE OUTBOND TRAINING

Ada banyak cara provider outbound training melakukan kegiatan outboundnya. Metode yang biasa digunakan dalam pelatihan outbound training adalah :

1. Permainan kelompok
Dalam suatu kegiatan outbound training, banyak sekali permainan-permainan yang dilakukan secara berkelompok, baik yang sifatnya fun game maupun bersifat middle game. Beberapa permainan outbound yang biasa dilakukan secara berkelompok diantaranya :
-          Human ladder
-          Ring berpindah
-          Hunter my name
-          Mutiara dalam kerang
-          Hollahop/webbing berantai
-          All stand up
-          Frantic ballon
-          Train ballon
-          Ball tossing
-          Dan lain-lain

2. Kerja kelompok
Dalam suatu kegiatan outbound training, kerja kelompok  biasa dikerjakan untuk mensimulasikan kehidupan yang nyata dalam permainan-permainan sederhana dalam kegiatan outbound. Beberapa kegiatan outbound yang mensimulasikan kegiatan ini diantaranya :
-          Human ladder
-          Time boom
-          Pipa bocor
-          Pulau terkecil
-          Escsape from the island
-          Pulau terkecil
-          Crocodille river
-          Dan lain-lain

3. Petualangan individual
Petualan individual perlu dilakukan dalam kegiatan outbound training untuk memberikan pengalaman baru pada para peserta outbound, menambah keberanian, cepat mengambil keputusan dan menambah rasa kemanusiaan. Game dalam petualangan individu biasa ada dalam permaianan high rope maupun permainan outbound lainnya. Diantaranya :
-          Flying fox
-          Two line bridge
-          Jembatan elvis
-          Solo camp
-          Repeling
-          Paralayang
-          Airsoftgun
-          Paint ball
-          dll

4. Ceramah 

(keterkaitan antara kegiatan simulasi dengan prinsip manajemen)
Ceramah biasa dilakukan dalam kegiatan outbound training di malam hari.

5. Diskusi

Dalam suatu kegiatan outbound traning, diskusi diperlukan untuk memecahkan masalah yang ada, sehingga tujuan/goal dari outbound training yang dilakukan bisa tercapai

PENYUSUNAN URUTAN AKTIVITAS KEGIATAN OUTBOND

Kesuksesan sebuah kegiatan pelatihan outbond training di alam terbuka sangat tergantung pada urutan penyajian kegiatannya. Urutan penyajian kegiatan ini sangat terkait dengan kesiapan fisik dan suasana emosi peserta dan keterangsangan emosi peserta pelatihan outbound. Bila urutan kegiatan outbound tidak berhasil membuat suasana gembira yang terus meningkat, maka pelatihan akan sangat membosankan dan tidak menarik. Selain itu penyusunan kegiatan outbond harus pula mampu menumbuhkan perasaan memperoleh tantangan yang semakin meningkat. Kalau kegiatan pelatihan outbound dimulai dengan kegiatan (exercise) yang sangat menantang dan penuh kegembiraan, kemudian pada kegiatan berikutnya kualitas tantangan dan kegembiraan menurun, maka pelatihan outboundnya kurang sukses.
Berikut contoh urutan kegiatan outbound (pelatihan alam terbuka) yang baik.
  1. Do`a bersama (memohon keselamatan kepada pencipta alam semesta)
  2. Stretching/peregangan otot-otot, dimulai dengan lari-lari kecil, senam ringan dan pendinginan/cooling down. Kegiatan olahraga ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh agar otot menjadi lentur , dan tidak terjadi kejang otot ataupun cedera.
  3. Ice-breaking/permainan pemecah kebekuan. Aktivitas pemecah kebekuan dalam kegiatan outbound tujuannya untuk melakukan penghangatan (warming up) para peserta agar terbentuk rasa persahabatan dan terbentuk suasana yang menyenangkan (rapport)
  4. Team building/membangun tim. Setelah pemecah kebekuan dilakukan barulah dilakukan games-games outbound yang berupa team building
  5. Perenungan/refleksi, dilakukan untuk memproses pengalaman dari kegiatan yang telah dilakukan
  6. Penutupan.
Dari sudut pandang filosofis pelatihan oubond pada dasarnya ada dua pendekatan didalam penyusunan urutan aktivitas kegiatan outbond Pendekatan pertama berasumsi bahwa pembentukan (team building) harus bermula dari pengembangan diri (personal development). Oleh karena itu urutan kegiatan outbound harus dimulai dengan kegiatan pembentukan diri melalui kegiatan tantangan individual (personal challenge). Kegiatan pengembangan diri antara lain adalah permainan di arena tali (high rope), atau panjat dinding (wall climbing). Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri dan perasaan mampu (self-efficacy). Dengan tumbuhnya sikap positif dalam diri seseorang akan memudahkan orang berinteraksi dengan orang lain dalam sebuah tim. Asumsi lain dari pendekatan ini adalah….. untuk membangun tim yang kokoh dan berkinerja tinggi haruslah dimulai dengan memiliki anggota tim yang secara individual cukup tangguh.
Pendekatan kedua berasumsi bahwa pembentukan tim harus didahulukan urutannya, baru kemudian diikuti oleh kegiatan pengembangan diri. Alasannya lebih pada kepentingan untuk menyusun rangsangan emosi, mulai dari kegiatan yang menyenangkan, tidak banyak tantangan, yang kemudian secara gradual ditingkatkan tantangannya dengan kegiatan pengembangan diri yang lebih menuntut keberanian. Pengikut aliran kedua ini berasumsi bahwa kegiatan tantangan personal (personal challenge) seperti high rope/airsofgun/rafting/paralayang/wall climbing bila berhasil dilakukan  akan menimbulkan perasaan kemenangan (sense of glory) melawan ketakutan yang ada di dalam diri. Perasaan ini akan sangat berkesan bagi peserta dan biasanya apabila peserta outbound kembali ketempat kerja, pengalaman /kenangan berhasil meraih kesuksesan ini berkesan sangat mendalam.

Game Outbound Training



Apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Game Outbound Training? Ternyata maksud dari Game Outbound Training adalah Program Outbound Training ini akan banyak mempergunakan alam bebas sebagai medianya. Para peserta akan mempelajari semua materi dari kegiatan atau games yang akan diadakan di alam terbuka. Program ini akan dilakukan dengan komposisi 70 % di alam terbuka dan 30 % diskusi kelompok sebagai penunjang dari setiap kegiatan. Setiap aktifitas outdoor ini memerlukan stamina, perhatian, konsentrasi.
Walaupun demikian bukan berarti Game Outbound Training sulit digali informasinya, terutama di dunia maya (internet). Informasi tentang Program Outbound Training ini akan banyak mempergunakan alam bebas sebagai medianya. Para peserta akan mempelajari semua materi dari kegiatan atau games yang akan diadakan di alam terbuka. Program ini akan dilakukan dengan komposisi 70 % di alam terbuka dan 30 % diskusi kelompok sebagai penunjang dari setiap kegiatan. Setiap aktifitas outdoor ini memerlukan stamina, perhatian, konsentrasi. bisa dengan mudah anda dapatkan jika anda mau jeli dalam mencarinya di internet.

Rekomendasi kami tentang informasi Game Outbound Training sementara ini hanya masih sebatas beberapa website saja. Informasi Program Outbound Training ini akan banyak mempergunakan alam bebas sebagai medianya. Para peserta akan mempelajari semua materi dari kegiatan atau games yang akan diadakan di alam terbuka. Program ini akan dilakukan dengan komposisi 70 % di alam terbuka dan 30 % diskusi kelompok sebagai penunjang dari setiap kegiatan. Setiap aktifitas outdoor ini memerlukan stamina, perhatian, konsentrasi. yang anda inginkan silahkan akses di beberapa link website di bawah ini.

PIPA BOCOR

Tujuan permainan ini adalah mengatasi berbagai masalah.
Alat bantu dalam permainan ini meliputi pipa bocor, penyangga, ember/kaleng, bola pimpong.
Prosedur dalam permainan ini adalah :
Masing-masing kelompok diminta berlomba mengeluarkan bola pimpong yang ada dalam pipa bocor dengan menggunakan air.
Cara menuangkan air ke dalam pipa hanya boleh menggunakan ember yang telah disediakan dengan waktu yang telah ditentukan
Pemaknaan dalam permainan ini adalah bagaiman mengatur strategi  kerjasama kelompok, strategi menyelesaikan masalah dan kepemimpinan.










EVAKUASI BAMBU


Tujuan permainan ini adalah melatih kerjasama yang komunikatif. Alat bantu yang digunakan adalah bambu, air, tali dan bola pimpong

Prosedur dalam permainan ini adalah :
Tiap kelompok berlomba mengeluarkan bola dari dalam bambu dengan cara menuangkan air ke dalam bambu.
Cara menuangkannya, bambu yang berisi air hanya boleh diangkat dengan menggunakan tali yang telah disediakan
Saat melakukan evakuasi, anggota badan tidak boleh melewati batas aman dari daerah yang telah ditentukan
Pemaknaan dalam permainan ini adalah :
Bagaimana langkah peserta dalam melaksanakan tugas ini
Strategi apa saja yang peserta gunakan untuk menyelesaikan tugas ?
Mampukan mereka bekerjasama dengan baik ?
Siapakah yang mampu memimpin dan berkomunikasi dengan baik ? 



HUMAN LADDER

Peserta berpsangan berhadap-hadapan dengan berdiri sejajar. Setiap pasangan memegang kayu
berukuran 1-1,5 m, dan berdiri berjajar membuat posisi seperti anak tangga. Ketinggian anak tangga bervariasi. Peserta outbound menaiki anak tangga yang dipegang oleh temannya. Peserta yang telah dilewati hendaknya maju untuk membuat anak tangga berikutnya.
Titik pengajaran dari permainan ini adalah memupuk rasa percaya diri kepada orang lain, tanggung jawab, kepasrahan, dan menjadi peserta aktif.


SOLO

Dari nama game nya sudah kelihatan solo = sendirian. Jadi semua peserta dibuat berpencar satu dengan lainnya. duduk/tidur menyendiri selama sekitar 2 jam antara pukul 22.00-24.00. Kemudian menuliskan semua pertanyaan berdasarkan daftar pertanyaan yang dibuat mencakup :
Visi kehidupan, visi pribadi, visi keluarga dan visi organisasi.
Melihat kelemahan-kelemahan diri dan menyusun langkah-langkah untuk memperbaikinya. Melihat kekuatan diri yang dimiliki.
Merefleksikan kualitas keberagaman dalam kehidupan sehari-hari.
Teaching point :
Membangun visi kehidupan
memahami kelemahan-kelemahan diri
melihat diri dan memanfaatkan kekuatan yang dimiliki.
Meningkatkan rasa percaya diri


BIRTHDAY LINE UP
Semua peserta diminta berdiri di atas papan. Kemudian mereka diminta untuk mengatur barisan mereka berdasarkan bulan hari ualng tahun mereka atau berdasarkan tinggi badan. Mereka tidak boleh berbicara dalam menyusun barisan itu.
Teaching point :
Melatih konsentrasi pada tugas.
Mengembangkan cara berkomunikasi yang efektif
Melatih untuk berinovasi
Aplikasi praktis dalam proses pemecahan masalah
Kepemimpinan bersama




MENCARI HARTA KARUN

Game ini termasuk dalam kategori Middle Game.


Peralatan yang dibutuhkan adalah Bambu ukuran 1,8 m,  4 buah. Tali atau webbing, buah jeruk,buah salak, buah lainnya, penutup mata/slayer.
Cara permainan. Buah diikat pada seutas tali kemudian digantung pada ketinggian sekitar 3meter. Peserta outbound dibagi dalam beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diberikan 4 buah bambu dan 2 buah tali. Seluruh anggota kelompok diminta untuk membuat tandu dengan kreasinya sendiri-sendiri. Setelah tandu selesai, instruktur menyuruh peserta outbound berkumpul dan menjelaskan bahwa tandu yang mereka buat belum tentu mereka yang memakainya. Kemudian instruktur outbound mengundi tandu untuk menentukan siapa memakai tandu siapa. Setelah masing-masing kelompok mendapatkan tandu, seluruh anggota kelompok memakai penutup mata/slayer, kecuali ketua kelompoknya. Kemudian ketua kelompok naik ke atas tandu dan diangkat oleh seluruh anggota kelompok yang memakai penutup mata. Ketua kelompok memerintahkan anak buahnya untuk menuju lokasi harta karun (buah) yang sudah ditentukan oleh instruktur outbound. Kelompok yang berhasil mendapatkan buah(harta karun) paling dulu adalah pemenangnya.
Teaching point :
-          Melatih kekompakan group
-          Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman kita
-          Cepat bertindak dan mengambil keputusan
-          Mengetahui strategi yang baik dalam suatu permasalahan.
-          Berfikir kreatif dan inovatif
-          Siap memimpin dan siap dipimpin
-          Mengetahui bahwa kita mempunyai keterbatasan




 FOLDING KARPETS

Jenis games ini dimainkan dengan alat bantu sebuah karpet atau terpal plastik  atau kain yang ukurannya 1 meter persegi untuk 8-10 orang. Ukuran karpet dapat disesuaikan dengan jumlah peserta yang akan ikut bermain maupun tingkat kesulitan yang ingin diberikan, lebih banyak peserta maka dibutuhkan karpet yang lebih luas.
Instruksi
Pertama, seluruh peserta diminta naik ke atas karpet dan
Setelah aba-aba dimulai mereka harus dapat membalik karpet tersebut
Kelompok harus bekerja sama dalam menemukan cara dan kemudian membalik karpet tersebut.
Target
Kelompok yang paling cepat membalik karpet dianggap sebagai pemenang.
Larangan dan Hukuman
Orang-orang yang berada di atas karpet tersebut tidak boleh turun ataupun menyentuh tanah.
Perubahan yang sangat extrem apalagi sampai 180 derajat tentu akan membutuhkan penyesuaian yang extra dari keadaan team yang sudah ada. Seperti : ada yang harus dibantu untuk memahami dan menjalankan sistem baru tersebut, ada yang harus berkorban, ada yang harus bekerja lebih extra, ada yang merasa terjatuh dan lain sebagainya.
Games “Folding Carpet” merupakan simulasi yang akan membantu team untuk memahami keadaan diatas dan siap menghadapi perubahan kapanpun dan se-extrim apapun untuk mencapai kemajuan bersama.


TRUSH FALL


Permainan ini juga menyebabkan kita bisa ketagihan dan ber was-was hati. Salah satu game yang menguji adrenalin seperti permainan outbound trust fall. Dimana permainan ini dilakukan secara berkelompok.

Aturan mainnya dari permainan ini adalah adanya formasi peserta ada yang 1 orang berdiri di atas suatu tempat, dan beberapa peserta yang berada formasi di bawah.
Peserta yang berdiri di atas nantinya menjatuhkan diri ke arah belakang, dan perserta di bawahnya dengan formasi tertentu bertugas menangkapnya. Peserta yang di atas bertugas hanya mengkakukan badannya lalu kemudian menatuhkan diri (fall) dan memasrahkan dirinya dengan kepercayaan penuh (trust) dan memasrahkan dirinya dengan kepercayaan penuh (trust) akan ditangkap oleh teman-temannya yang berada di bawah.
Peserta di bawah yang menangkap dilarang mengepalkan tangan ketika menangkap. Selanjutnya peserta yang di bawah membetuk dua barisan rapat yang saling berdiri.
Selain itu juga, peserta yang menjatuhkan diri ke bawah, hendaknya melepas terlebih dahulu jam tangan, cincin ataupun kacamatanya. Dan peserta yang menjatuhkan diri ke bawah dilarang membuka tangannya sehingga tidak memukul rekan peserta yang menangkap di bawah.




 LOW GAME


Peralatan yang dibutuhkan untuk memainkan game ini adalah :


-          Tambang plastik
-          Kayu/bambu yang ujungnya diset sedemikian rupa sehingga berlubang dan bisa dipakai untuk menaruh bola
-           Bola Plastik
-          Tali rafiah
Persiapan alat :
Tambang plastik dipotong berukuran 1,5 m, kemudian  diikatkan pada kayu. Masing-masing kayu memiliki 8-10 ujung tambang plastik.
Cara permainan/ gamesnya :
Instruktur outbound membagi peserta dalam beberapa kelompok yang terdiri antara 8-10 orang. Kemudian masing-masing kelompok diminta untuk mengambil satu buah kayu yang sudah diikatkan tambang plastik dan satu buah bola plastik. Instruktur outbound menyiapkan garis start dan finish menggunakan tali rafiah. Seluruh peserta outbound diminta untuk memegang ujung tali, setiap orang mendapat satu utas tali. Kelompok harus bisa menstabilkan kayu, sehingga apabila bola plastik ditaruh di atas kayu, bola tersebut tidak jatuh.
Seluruh peserta menuju garis start, kemudian bola ditaruh di atas kayu. Peserta mulai berjalan menuju garis finish. Apabila bolanya jatuh, maka game harus diulangi kembali mulai dari garis start kembali. Kelompok pemenang adalah yang mencapai garis finish terlebih dahulu tanpa membuat bolanya jatuh.
Teaching point :
-          Kerjasama kelompok/team
-          Melatih Konsentrasi
-          Mengatur ritme kerja
-          Mengetahui kekurangan dan kelebihan teman